LPPL swarakampar.com Pemerintah mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) agar kejadian seperti tahun lalu tidak terjadi lagi.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung mengungkapkan, sampai saat ini khususnya di Sumatera 17 Daops Manggala Agni senantiasa siaga melakukan pencegahan dan pemadaman.

“Selama tahun 2020 sampai saat ini, patroli udara dan waterbombing di Provinsi Riau telah melibatkan sembilan unit helikopter, dengan air yang sudah dijatuhkan lebih dari 11 juta liter. Sedangkan TMC sudah dilakukan sebanyak 27 sorti dengan menaburkan lebih dari 21 ton garam," kata Ruandha dalam video conference dengan Wamen KLHK Alue Dohong yang diterima RRI, Selasa (28/4/2020).

Menurut prediksi BMKG mendekati bulan Juni curah hujan akan mengalami penurunan.

Sementara, Agung mengngkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada 15 gubernur dan 31 bupati/walikota, untuk mendorong dilakukannya pembasahan lahan dalam mencegah Karhutla.

Dalam surat tersebut dilampirkan peta lahan gambut yang sudah dioverlay dengan firespot serta peta kelembaban tanah.

Dikatakan, sebagai upaya pencegahan Karhutla pada musim kemarau yang akan segera datang, ada beberapa upaya yang harus segera dilakukan antara lain menyusun rencana aksi bersama antar kementerian dan lembaga. Selain itu, persiapan pelaksanaan TMC pada awal bulan Mei berkoordinasi dengan BPPT, BMKG, dan TNI.

Selanjutnya pembasahan gambut dan pencegahan karhutla harus terus dilakukan dengan melaksanakan patroli oleh Manggala Agni dan Brigdalkarhut KSDAE, namun dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 selama masa pandemi. Pada pelaksanaan patroli pencegahan karhutla, selain pengawasan lapangan dan sosialisasi juga mengutamakan pemadaman secara dini, sedangkan untuk wilayah remote area diupayakan pemadaman melalui udara.

"Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari – 27 April 2020) sebanyak 746 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.186 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 440 titik / 37,10 %),"/rswk