LPPL SWARAKAMPAR.COM.Terapi Plasma Darah Convalescent disebut-sebut efektif menyembuhkan pasien yang menderita penyakit Covid-19. Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan cairan plasma darah pasien Covid-19 yang telah sembuh ke tubuh pasien yang masih sakit. 
Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto, Brigjen Albertus Budi Sulistya menyebut tim kesehatan RSPAD telah bekerja sama dengan lembaga penelitian Eijkman dan Bio Farma Bandung.
RSPAD juga telah mengantongi izin penelitian dari komisi etika pelayanan penelitian kesehatan.
Pada prinsipnya, lanjut Budi, pasien yang s
udah survive dari penyakit Covid-19, mereka memiliki antibodi dari plasma darahnya sehingga antibodi itu bisa digunakan juga oleh penderita Covid-19 yang lain agar bisa sembuh.
"Dokter kemudian mengekstrak atau mengolah antibodi dari plasma darah orang yang telah sembuh, kemudian di berikan kepada pasien-pasien Covid-19 yang tengah dalam kondisi berat atau mungkin terpasang ventilator," kata Budi Sulistya seperti dikutip channel Youtube Kompas TV, Kamis (23/4/2020).
"Dengan harapan, pasien tersebut akan memperoleh penguatan antibodi sehingga proses pemulihannya lebih baik," sambungnya. 
Terpisah, Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban menyebut, metode convalescent plasma pernah digunakan saat menangani SARS dan dinyatakan efektif. Menurutnya, pemberian plasma saat masa pemulihan pada pasien harus tetap diikuti dengan mekanisme pengobatan sesuai standar yang berlaku. 
"Pasien harus mendapat pengobatan standar yang memang seharusnya diberikan, yang harusnya diinfus ya diinfus, kalau harusnya mendapat obat klorokuin ya pakai klorokuin," kata Zubairi. 
Sementara itu pada Rabu (22/4), Ahli Genetika dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran, Universitas Maranata Bandung Monika Rahardjo menyebut, terapi plasma ini merupakan pengobatan yang sudah dilakukan sejak lama sekitar 100 tahun lalu. 
"Terapi ini sudah dilakukan pada penyakit Ebola, H1N1 ataupun pada SARS serta MERS dan saat ini tengah dilakukan untuk mengatasi penyakit Covid 19 ini," jelas Monika seperti dikutip pada channel Youtube Kompas TV. 
Menurut Monika, terapi Plasma Darah Convalescent bisa disebut juga sebagai vaksin. Ia menjelaskan bahwa vaksin itu terbagi menjadi dua, yakni vaksin aktif dan vaksin pasif. Terapi ini termasuk jenis vaksin pasif, dimana kekebalan tubuh atau imunoglobuline dari pasien sembuh Covid-19 diberikan kepada pasien yang masih menderita Covid-19. 
"Imunoglobuline akan membantu pasien yang masih sakit untuk sembuh," tandasnya. 
Bagaimana hasilnya?
Menurut penelitian yang dilakukan di China, 15 orang penderita Covid-19 dinyatakan sembuh setelah mengikuti terapi plasma ini. Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan di Korea Selatan, sebanyak dua orang dinyatakan sembuh. 
"Semua penelitian itu diuji pada pasien-pasien kritis yang berada di dalam ICU dan menggunakan ventilator. Semuanya menunjukkan perbaikan dan sebagian dari pasien tersebut dapat pulang ke rumah," tuturnya. 
Monika juga membeberkan hasil positif kepada salah satu pasien pertama di Indonesia yang melakukan uji coba terapi plasma ini dan saat ini kondisinya perlahan membaik. 
"Pasien ini adalah salah satu pejabat di bagian Barat dan itu dikelola oleh teman saya sendiri. Pasien itu telah 2 kali mendapat donor plasma. Pada saat datang ke RS, pasien masuk dalam keadaan berat dan saat ini pasien itu mulai belajar bernafas sendiri dan mulai kembali kesadarannya,/rswk