LPPL swarakampar.com -Bangkinang Kota  "Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan TNI-Polri serta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kampar melakukan penyisiran sekaligus sosialisasi pendisiplinan protokol kesehatan di tempat keramaian seperti di Pasar Inspres, SPBU, Cafe, Kedai Makanan, Toko dan Tempat-tempat Pelayanan Publik, pada Jumat (18/9/2020) pagi.

Catur mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat yang sudah dilakukan untuk melakukan sosialisasi, terhitung tujuh hari sejak Perbup Nomor 44 tahun 2020 ditandatangani.
Dalam Perbup tersebut mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan mulai sanksi sosial bahkan sanksi administrasi.

Dalam peraturan Bupati tersebut dijelaskan sanksi yang bisa diberikan bagi pelanggar protokol kesehatan mulai pemberian pemahaman, sanksi sosial, bahkan denda administrasi dari sebesar Rp 100 ribu hingga  Rp 1.000.000.

Catur juga menegaskan masyarakat Kabupaten Kampar harus paham salah satu cara terbaik melawan Covid-19 adalah disiplin protokol kesehatan Covid-19, diantaranya memakai masker. Pemerintah juga sudah membuat surat edaran ke seluruh camat, lurah, desa juga masyarakat tentang sosialisasi tersebut.

Selanjutnya, Catur juga mengingatkan kepada setiap pelaku usaha apapun agar menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

“Sesuai dalam Perbup No 44 Tahun 2020, pelaku usaha harus menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur jarak pengunjung. Jika ada yang tidak mengikuti peraturan akan ditindak sesuai Perbup” tegasnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedy Sambudi mengatakan bahwa salah satu masalah yang dihadapi selama ini sehingga sulit mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan yakni tidak adanya aturan mengenai hal itu, selama ini hanya sebatas imbauan.

“Peraturan Bupati Kampar nomor 44 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di Kampar, bagi masyarakat yang melanggar maka ada sanksi,” jelasnya.

Dedy berharap dengan adanya Perbup tersebut masyarakat bisa lebih disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan untuk dapat sama-sama kita memutus rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Kampar yang kita cintai ini.(***RSWK)